Senin, 15 April 2013

Jurnal Review Hukum Perikatan


PRAKTEK PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI HAK ATAS
TANAH BERDASARKAN AKTA NOTARIS DI JAKARTA TIMUR

Pengarang     : Fitri Susanti
Instansi         : UNIVERSITAS DIPONEGORO Semarang
Tahun           : 2008
Sumber         : http://eprints.undip.ac.id/17438/

ABSTRAK
Tanah adalah hal yang penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Salah satu cara memperoleh tanah adalah adalah melalui jual beli. Jual beli hak atas tanah seperti yang telah diatur dalam peraturan pemerintah  Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan pembuat Akta Tanah(PPAT) harus dilakukan dihadapan pejabat yang berwenang, dalam hal tanah adalah Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Namun rumitnya pemenuhan terhadap semua persyaratan yang berkaitan dengan pelaksanaan jual beli di hadapan notaris maka ditemukan suatu terobosan hukum dan hingga kini masih dilakukan dalam praktek jual beli tanah yaitu dengan dibuatnya akta pengikatan jual beli (PJB) meskipun isinya sudah mengatur tentang jual beli tanah namun formatnya baru sebatas pengikatan jual beli yaitu suatu bentuk perjanjian yang merupakan atau dapat dikatakan sebagai perjanjian pendahuluan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Praktek Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah berdasarkan Akta Notaris di Jakarta Timur.
Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis empiris, sedangkan data diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, selanjutnya data dianalisis secara kualitatif. Dari hasil penelitian ini disimpulkan kekuatan hokum dari akta perjanjian pengikatan jual beli hak atas tanah yang dibuat oleh Notaris dalam pelaksanaan pembuatan akta jual belinya adalah sangat kuat karena akta tersebut merupakan akta notaril yang bersifat akta otentik, pemberian kuasa yang tidak dapat ditarik kembali dalam perjanjian pengikatan jual beli bukanlah termasuk ke dalam kuasa mutlak yang dilarang oleh Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 1982 tentang larangan penggunaan kuasa mutlak sebagai pemindahan hak atas tanah, sehingga status hukumnya sah-sah saja untuk dilakukan. Perlindungan hokum terhadap pemenuhan hak-hak para pihak apabila salah satu pihak melakukan wanprestasi dalam perjanjian pengikatan jual beli sangat tergantung kepada kekuatan dari perjanjian pengikatan jual beli yang dibuat, yaitu jika dibuat dengan akta dibawah tangan maka perlindungannya sesuai dengan perlindungan terhadap akta dibawah tangan, sedangkan apabila dibuat oleh atau dihadapan Notaris maka dengan sendirinya aktanya menjadi akta notaril sehingga kekuatan perlindungannya sesuai dengan perlindungan terhadap akta otentik.



PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Tanah adalah hal yang penting dalam kehidupan bangsa Indonesia, karena sebagai sebuah Negara agraris, keberadaan tanah adalah suatu keharusan, dikarenakan sebagian besar rakyat Indonesia hidup dari ekonomi yang bercorak agraris. Mengingat pentingnya keberadaan tanah, tidak jarang tanah sering menjadi bahan sengketa, terutama dalam hal hak kepemilikan. Jual beli dalam masyarakat dengan objek jual beli hak atas tanah, juga dilakukan dengan perjanjian untuk lebih memberikan kepastian hukum, karena hak atas tanah, termasuk objek perjanjian yang secara khusus diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, dimana setiap perbuatan hokum yang menyangkut tentang hak atas tanah terikat atau harus mengikuti ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan tersebut.
Peraturan tentang hak atas tanah tersebut diantaranya adalah Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas tanah, Peraturan Menteri Negara Agraria Nomor 3 Tahun 1997 tentang ketentuan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 dan lain-lain.

B.   Perumusan Masalah
Permasalahan yang penulis rumuskan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.     Kekuatan hokum dari Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah yang dibuat oleh Notaris dalam pelaksanaan pembuatan Akta Jual Belinya dan Kuasa Mutlak dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli serta status hukumnya ?
2.     Bagaimana perlindungan hukum terhadap pemenuhan hak-hak para pihak apabila salah satu pihak melakukan wanprestasi dalam perjanjian pengikatan jual beli ?

C.   Tujuan Penelitian
1.     Untuk mengetahui dan memaparkan tentang kekuatan akta perjanjian pengikatan jual beli hak atas tanah yang dibuat oleh Notaris dalam pelaksanaan pembuatan Akta jual beli tanahnya dan kuasa mutlak.  
2.     Untuk mengetahui dan memaparkan tentang perlindungan hokum yang akan diterima para pihak dalam perjanjian pengikatan jual beli jika salah satu pihak melakukan wanprestasi.
                            






Jumat, 25 Januari 2013

soal PG





Suri Putri Pertami / 26211948
Vini Afriani / 27211908
              2EB08


1.        Fungsi-fungsi yang berkaitan dengan koperasi, kecuali….
A.   Fungsi ekonomi
B.    Fungsi politik
C.   Fungsi etika
D.  Fungsi hukum  *

2.        Gotong royong adalah kegiatan bersama untuk mencapai tujuan bersama, pengertian menurut..
A.    Mubyarto  *
B.    P.J.V.Dooren
C.    Hatta
D.   Soekarno

3.        6 elemen yang dikandung dalam koperasi yang salah satunya “koperasi adalah perkumpulan orang-orang” merupakan definisi dari…
A.      Definisi Chaniago
B.      Definisi Dooren
C.      Definisi Hatta
D.     Definisi ILO (International Labour Organization)  *

4.        Yang termasuk dalam 6 elemen yang dikandung dalam koperasi adalah…
A.   Koperasi Indonesia koperasi yang bekerja berdasarkan “prinsip-prinsip koperasi”.
B.    Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis. *
C.   Koperasi Indonesia adalah “Gerakan Ekonomi Rakyat”.
D.  Koperasi Indonesia “berazaskan kekeluargaan”.

5.        Simpanan sebagai modal awal koperasi dari setiap anggota disebut …
A.bersama                           B. pokok  *     C. wajib         D. sukarela

6.        Simpanan yang disetor rutin sebagai modal koperasi dari setiap anggota disebut …
 A. bersama         B. wajib  *      C. pokok        D. sukarela 
7.        Yang termasuk prinsip-prinsip koperasi , kecuali….
A.      Prinsip Munkne
B.      Prinsip Rochdale
C.      Prinsip ILO  *
D.     Prinsip Raiffeisen
8.        Kepanjangan dari prinsip ICA adalah…
A.      International Cooperative Alliance  *
B.      International Labour Organization
C.      Arifinal Chaniago
D.     P.J.V.Dooren
9.        Dibawah ini yang termasuk dalam prinsip-prinsip munkner adalah...
A.      Keanggotaan yang terbuka  *
B.      Bunga atas modal dibatasi
C.      Penjualan sepenuhnya dengan tunai
D.     Keanggotaan bersifat sukarela
10.    Dibawah ini yang bukan termasuk dalam prinsip-prinsip rochdale adalah…
A.   Pengawasan secara demokratis
B.    Keanggotaan yang terbuka
C.   Pendidikan anggota  *
D.  Bunga atas modal dibatasi
11.    Prinsip yang tanggung jawab anggotanya tidak terbatas dan keanggotaan atas dasar watak adalah..
A.      Prinsip Munkner
B.      Prinsip Rochdale
C.      Prinsip Raiffeisen  *
D.     Prinsip Herman Schulze
12.    Dibawah ini yang bukan termasuk dalam prinsip-prinsip raiffeisen adalah...
A.      SHU untuk cadangan
B.      Tanggung jawab anggota tidak terbatas
C.      Tanggung jawab anggota terbatas *
D.     Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan
13.    Dibawah ini yang termasuk dalam prinsip-prinsip Herman Schulze adalah…
A.      Daerah kerja tak terbatas  *
B.      Penjualan sepenuhnya dengan tunai
C.      Barang-barang yang dijual harus asli dan tidak yang dipalsukan
D.     Netral terhadap politik dan agama
14.    Dibawah ini yang bukan termasuk dalam prinsip Koperasi menurut UU No. 12/1967 adalah…
A.   Sifat keanggotaan sukarela dan terbuka untuk setiap warga Negara Indonesia
B.    Netral terhadap politik dan agama  *
C.   Adanya pembatasan bunga atas modal
D.  Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya.
15.    Pembagian SHU berdasarkan prinsip ICA dibagi menjadi 3, kecuali…
A.   SHU untuk cadangan
B.    SHU untuk masyarakat
C.   Keanggotaan sesuai dengan jasa masing-masing
D.  SHU untuk dibagikan kepada anggota  *
16.    Dibawah ini yang termasuk dalam prinsip-prinsip ICA adalah…
A.      Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
B.      Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
C.      Kemandirian
D.     Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan yang dibuat-buat.  *
17.    Dibawah ini yang bukan termasuk dalam prinsip koperasi UU No. 25/1992 adalah…
A.      Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
B.      Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
C.      Modal menerima bunga yang terbatas  *
D.     Kemandirian
18.    Gotong royong dalam koperasi berbeda dengan gotong royong yang biasa dilakukan oleh bangsa Indonesia. Perbedaan teersebut adalah gotong royong dalam koperasi mempunyai ciri…
 A. teratur namun tidak terpimpin      B. usaha yang dijalankan bersifat dinamis   *
 C. terencana namun sementara           D. terpimpin dan cukup dinamis 
19.    Menurut UUD 1945, bentuk badan usaha yang paling sesuai bagi perekonomian Indonesia adalah …
 A. perusahaan negara     B. perusahaan swasta          C. koperasi  *  D. perseorangan 
20.    Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal, tetapi juga mempertimbangkan …
 A. sumbangan anggota terhadap koperasi    B. pinjaman anggota terhadap koperasi
 C. simpanan anggota terhadap koperasi  D. jasa usaha anggota terhadap koperasi*
21.    Lingkungan koperasi dapat mempengaruhi koperasi dalam kebijaksanaannya untuk menentukan …
A. harga jual  *      B. ongkos produksi     C. jenis pasar           D. jumlah anggota 
22.    Yang bukan merupakan unsur manajemen koperasi adalah …
 A. rapat anggota                        B. pengurus               C. pengawas              D. manajer* 
23.    Manajer dalam salah satu unit koperasi bertanggung jawab kepada …
 A. rapat anggota                        B. pengurus   *          C. pengawas               D. pendiri 
24.    Kekuasaan tertinggi dalam organisasi terletak di tangan …
A. rapat anggota  *                     B. pengurus koperasi           C. pengawas koperasi           D. dinas koperasi 
25.    Gerakan ekonomi rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan pancasila dan UUD 1945, terkandung dalam …
A.      Visi UU No.25 Tahun 1992
B.      UU No.12 Tahun 1967
C.      Misi UU No.25 tahun 1992  *
D.      Keppres Nomor 58 Tahun 1993
26.    Koperasi adalah badan usaha yang tetap tunduk pada aturan prinsip ekonomi yang diatur dalam undang-undang nomor….
A.      UU No 25 1992  *
B.      .UU No 20 1992
C.      UU No 21 1992
D.     UU No 24 1992
27.    Manakah yang termasuk modal pinjaman pada koperasi,kecuali….
A.      Dari anggota
B.      Dari bank
C.      Dari lembaga keuangan non bank
D.     Simpanan wajib  *
28.    Manakah kriteria minimal anggota koperasi….
A.      memiliki potensi ekonomi
B.      tidak berada di bawah garis kemiskinan
C.      memiliki pola income regular yang pasti
D.     jawaban a,b dan c benar  *
29.    Anggota tidak tertarik untuk menanam modal (sukarela) ke dalam koperasi sebab …
A. hak suara tidak bertambah B. keuntungan lebih rendah daripada di perusahaan  *
C. tidak dapat diambil lagi       D. pembagian SHU berdasarkan besarnya modal
30.     Simpanan pokok anggota dapat diambil kembali pada saat …
 A. tutup buku     B. anggota keluar   * C. anggota butuh       D. rapat anggota